Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Wednesday, May 15, 2019
Kasihilah Musuhmu, itulah bagian dari buah Imanmu
Matius 5:39-42, 44-48 (TB) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu..π³
Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu..π
Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil... π€
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu..πππ
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? π
Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?π©
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? π
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Aminnn... ππΌππΌππΌ
Monday, December 10, 2018
Presiden Jokowi Sangat Menerapkan Titah Tuhan yang ke-5
Hormatilah Bapa dan Ibumu agar engkau berbahagia dan lanjut umurmu di bumi yang diberikan Allah kepadamu.
Maksudnya adalah :
Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orangtua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka.
Siapapun kita, dari Agama apaun kita, dari golongan RAS manapun kita, bahkan apapun jabatan kita Wajib mengamalkan Titah kelima dari Sepuluh Titah Tuhan.
Nah, Presiden aja Hormat dengan yang lebih tua gimana lagi kalau kita.
Tuhan Memberkati. Amin
Sunday, December 6, 2015
Jangan berprasangka buruk tanpa alasan.
Artikel ini saya ambil dari facebooknya kawan. Kebetulan ini sifatnya universal dan layak dibagikan, dan artikel ini diijinkan untuk dibagikan dan sangat layak dibagikan.
Siapapun anda, silahkan baca dengan seksama, agar dapat hikmahnya.
Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain.
Siapapun anda, silahkan baca dengan seksama, agar dapat hikmahnya.
Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain.
Sesaat kemudian, ia membuka tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding smartphone umumnya.
Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu para korban kebanjiran.
Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?
Seorang nenek2 membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer2an.'
Seorang emak2 membatin, 'Mudah2an suami saya ga senorak dia. Norak di kelas Ekonomi bukan hal terpuji.'
Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik AC kalau mau pamer begituan?'
Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau
dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu
tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?'
Seorang pemuka agama melirik, 'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu, pamer!'
Seorang pelajar SMA membatin, 'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga
perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo
emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC.. ill
feel gue.'
Seorang tunawisma membatin, 'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil.'
Si eksekutif menyimpan kembali tabletnya di tas. Ia membatin, Puji
Tuhan, akhirnya para donatur bersedia membantu. Puji Tuhan, ini kabar
baik sekali. Lalu, ia sempatkan melihat kantong bajunya. Ada secarik
tiket kereta ekonomi.
Ia membatin 'Tadi sempat tukar karcis
dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega
saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan manfaat.:
Sahabat..
Begitu berbahaya nya penghakiman. Sebuah kebaikan, tindakan kasih, bisa
berubah total menjadi kejahatan hanya karna persepsi kita.
Jaga persepsi kita, semua tak perlu kita nilai seperti penampakannya.
Silahkan Share jika menurut Anda blog ini bermanfaat. Indahnya berbagi:)
Sombong adalah awal dari Kehancuran
Lae Jorbut : Taulah lae, Kenapa rupanya?
Lae Togar : itu nenek moyangku yang nyusun batunya sampe keatas jadi gunung.
Lae Jorbut : Hebat kali lae Togar bah.
Lae Jorbut : Lae Togar tau nggak Gurun Sahara yang di Afrika itu?
Lae Togar : Tau lae, kenapa rupanya?
Lae Jorbut : dulu namanya itu Hutan, tepatnya hUtan sahara.
Lae Togar : bah cemmana pulak bisa jadi gurun?
Lae Jorbut : hahaha, aku sama bapakku yang tebangin pohonnya sampe rata jadigurun sekarang itu.
Tiur : segitu aja klean Togar dan Jorbut sudah sombong.
Togar : bah, kau apa rupanya Tiur?
Jorbut : ia, perempuan kek kau apa yang bisa kau buat?
Tiur : tau klean laut mati itu?
Togar : taulah, kan terkenal itu.
Jorbut : kalau gak salah yang di Jordania kan?
Tiur : ia benar, akulah yang matikan dia makanya mati laut itu?
Cerita diatas merupakan awal dari kehancuran. Kita tidak boleh sombong sebab tanpa kita sadari kita tidak mengagumi ciptaan Tugan atas keagungannya.
Semoga Bermanfaat.
Artikel lainnya >>>
- Pertolongan Tuhan Melalui Orang Lain
- HKBP Gereja Etnik Terbesar di Indonesia
- Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan,tetapi damai sejahtera
- Silsilah Tuhan Yesus
- 10 Titah Tuhan
- Sombong adalah awal dari Kehancuran
Monday, November 30, 2015
Pertolongan Tuhan Melalui Orang Lain
Tuhan itu Maha Besar, Maha Kasih dan Maha Segalanya.
Sebenarnya Tuhan sangat penyayang dan penolong.
Tuhan menolong kita umatnya berbagai macam cara. Bahkan kita tak tahu bahwa Tuhan sedang menolong kita.
Ada kisah seseorang yang tidak bisa menelaah pertolongan Tuhan dengan baik.
Alkisah terjadilah Banjir yang sangat besar disebuah daerah, banjir ini merupakan banjir kiriman, dimana banjirnya pelann tapi pasti semakin besar.
Seorang umat Tuhan yang percaya akan Tuhan terjebak didalam banjir, tetapi sebelum banjir besar datang Tuhan telah menunjukkan jalan atau pertolongan kepada beliau.
Beliau kita sebutlah seorang Penatua Gereja. Saat Air masih selutut, seorang jemaatnya mengajaknya untuk menyelamatkan diri dari rumahnya. Pak Penatua, mari kita pergi, banjir akan semakin besar dan bisa menenggelamkan bapak. Lalu jawab beliau, Tidak saya tidak akan pergi, karena Tuhan akan menolong saya.
Beberapa waktu berikutnya, air mulai sudah naik dan sampai sepinggang, seorang jemaat yang kebetulan sedang dalam perahu mengajak belia. Pak Penatua, ayo selamatkan dirimu, air akan semakin tinggi mari naik bersamaa saya agar kita menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman. tetapi lagi-lagi jawab sang Penatua, tidak saya akan tetap disini, sebab Tuhan akan datang menolong saya.
Setelah ai sampai pada leher dan nyaris menenggelamkann sang Penatua, lalu Tim Penyelamat datang untuk menyelamatkan belia, lagi-lagi sang Penatua tidak mau diselamatkan. Akhirnya sang Penatua mati tenggelam.
Setelah sampai pada pertemuan dengan Tuhan, sang Penatua mengeluh kepada Tuhan. Tuhan mengapa engkau tidak datang menolongku saat banjir datang, sehingga saya mati tenggelam.
Lalu Tuhan menjawab, Penatua, Aku telah memberim pertolongan sebanyak 3 kali;
- Pertama, saat air masih selutut, aku mengutus jemaatmu untuk menolongmu, tetapi engkau menolak.
- Kedua, saat air sepinggangmu aku juga megutus jemaatmu untuk menyelamatkanmu kedalam sampan, tetapi kamu juga menolak.
- Ketiga, saat air selehermu dan hampir menenggelamkanmu aku juga mengutus Tim Penyelamat untuk menolongmu, tetapi engkau masih menolak.
Jadi, mengapa engkau masih mengatakan Aku tidak menolongmu? Akhirnya sang Penatuapun menangis dan menyesal.
Intinya adalah, Tuhan bisa menolong siapa saja melalui perantara siapa saja. Itu semua kehendak Tuhan.
Intinya, jika kamu dalam kesusahan atau dalam kesukaran, Jangan pernah kita menanyakan :
- Agamamu apa?
- Gerejamu gereja Apa?
- Aliranmu aliran apa?
- Sukumu suku apa?
- Negaramu negara apa? dan sebagainya
Semoga bisa menjadi renungan buat kita semua.
HKBP (Huria Kristen Batak Protestan).
Martua ma Halak Na Tumangihon Hata Ni Debata, Naumpeopsa jala na Mangalahoksa.
Artikel lainnya >>>
Subscribe to:
Posts (Atom)

