Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

Agama untuk Kedamaian, bukan untuk peperangan



Saya rasa Setiap agama tidak ada yang mengajarkan kekerasan terhadap kemanusiaan, khususnya yang mengerti ajaran agamanya.
Disaat segelintir orang menyinggung, hanya menyinggung mereka secara kompak membela agama mereka. Tetapi disaat Segelintir dari agama mereka mencabik-cabik keberagaman secara kompak pula membungkam diri.

Tindakan seperti inilah yang disayangkan.

Agama diciptakan bukan untuk melarang, tetapi mengatur. Misal Perzinahan, maka agama mengaturnya menjadi baik menjadi Pernikahan.

Kalau iman kita hidup, mau di asam garamin pasti tidak akan ikut asin maupun asam. Hiduplah sesuai ajaran agamamu yang penuh dengan kasih.


Tuesday, September 25, 2018

Peletakan Batu Pertama Rehab Gedung HKBP Kartini, Tebing Tinggi

Praeses Distrik XIV Tebing Tinggi Amang Pdt Pantun Silitonga, S.Th, M.Sc disaksikan Pdt. Hotler Lumbantoruan, STh saat peletakan batu pertama, Minggu, 23 September 2018
Anggaran untuk Rehab Gedung HKBP Kartini Tebing Tinggi akan menelan biaya kurang lebih Rp.6.000.000.000,-. Dana akan dikumpul dari Jemaat dan Para Donatur, baik donatur Internal HKBP Kartini maupun Eksternal, Baik dari Pribadi maupun Instansi dan CSR.

Semoga Rehab ini bisa selesai tepat pada waktunya. Dan Semoga ada donateur yang berbaik hati demi kelancaran pembangunan Gedung HKBP Kartini ini.

Dukungan bisa diantar langsung Ke HKBP Kartini, Jalan Kartini Kota Tebing Tinggi baik berupa uang tunai atau bahan bangunan.







Kebaktian Peletakan Batu Pertama Rehab HKBP Kartini Tebing Tinggi, Minggu 23 September 2018


Tampak Pdt Hotler Lumbantoruan (Pendeta HKBP Kartini Tebing Tinggi)

Presiden Jokowi Sangat Menerapkan Titah Tuhan yang ke-5






Guru Huria (Parhangir) HKBP Kartini Tebing Tinggi Amang Gr TAM.Sitanggang


Bibel Pro dohot Diakones HKBP Kartini Tebing Tinggi Inang br.Tampubolon

Video 

Sunday, July 22, 2018

Perbedaan Bahasa Batak dan Bahasa Inggris


.

Ada orang bule Australia datang ke Pulau Samosir, dan bertanya kepada seorang pendeta HKBP.

Bule: "Kenapa pendeta kalau berkhotbah, kitabnya masih menggunakan bahasa batak? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa inggris?

Pendeta: "Karena kalau diajarkan dalam bahasa inggris, jemaat tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata yang saya ajarkan, bahasa inggris itu sangat2 sederhana, sedangkan bahasa batak itu sangat kaya dan sangat kompleks."

Si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang pendeta yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menjelaskan dan kalah dengan bahasa batak.

Bule: "Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa batak itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya bahasa Inggrislah yang paling kompleks!"

Pendeta: "Tidak...! Bahasa inggris itu memang sangat sangat sederhana, saya beri contoh; coba anda lihat itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah, orang inggris menyebutnya apa?"

Bule: "Rice!"

Pendeta: "Orang disini menyebutnya "EME" kalau sudah terkelupas kulitnya, dinamakan BORAS, orang inggris tetap menyebut RICE. BERAS kalau patah 2 atau 3 namanya MONIS, orang inggris tetap menyebutnya RICE.

BERAS kalau sudah dimasak namanya INDAHAN, orang inggris masih saja menyebutnya RICE. NASI kalau cuma 1 butir, namaya RIMA RIMA, lagi2 orang inggris menyebutnya RICE.

NASI yang dimasak kelamaan, bagian bawahnya dinamakan KORAK, orang inggris masih menyebut RICE.

Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam2, sedangkan bahasa inggris tidak bisa menafsirkan tersebut.

Apakah bahasa batak ini tidak lebih tinggi dan sangat sangat kompleks dibandingkan bahasa inggris yang sederhana tersebut...???

Si Bule : ..oh my god...???

Itulah salah satu contoh Keunggulan Bahasa Batak.
Kalau ada yang lain silahkan ditambahkan.
Mauliate.

Monday, July 31, 2017

Benarkah HKBP Terlibat Politik Praktis?

Beberapa bulan lalu, sosial media geger khususnya bagi warga Gereja. Gegernya karena sebagian pengurus pusat beberapa Gereja menyatakan dukungan secara terbuka kepada seseorang yang akan mencalonkan Gubernur Sumatera Utara.



Bahkan didunia HKBP sendiri sempat heboh dikarenakan sekjennya mengarah untuk memberikan dukungan tersebut, tetapi lagi-lagi dari media Pimpinan HKBP mengaku tidak memberikan dukungan khsusus kepada satu calon Gubernur.

Sebagai warga HKBP, ikut dalam politik praktis bisa merusak tatanan hidup dalam bergereja. Gereja mendukung semua calon Gubernur bagi yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat. 

Semoga HKBP benar-benar tidak ikut campur dalam politik praktis, karena HKBP mendukung semua yang baik.

Terimakasih.

Monday, February 27, 2017

Tak ada Damai Jika sudah berbalit Kebencian

Sampai kapanpun tidak ada kedamaian jika jiwa dan raga kita sudah bermandikan kebencian. Apapun yang dilakukan, bahkan hal-hal yang baik sekalipun itu tidak akan berarti dimatanya apalagi hal-hal yang buruk.



Tipe orang ini cenderung kearah Jika bisa dipersulit, ngapain dipermudah. Daripada sama kalian, lebih baik sama setan.

Banyak opini, yang selalu berseberangan antar kelompok yang satu dengan yang lain. Konon lagi dijaman media sosial saat ini, banyak sekali penyebar berita Hoax.

Sebenarnya bukan beritanya yang berbahaya, tetapi apabila orang yang menerimanya memakannya bulat-bulat.

Tuesday, August 23, 2016

Jadilah Warga HKBP Panutan


Dewasa ini banyak sekali informasi-informasi yang saya rasa begitu menyesatkan, provokatif yang berlabelkan Agama, Ras dan Etnis yang disebarkan melalui media-media online khususnya sosial media baik sengaja maupun tidak sengaja untuk menciptakan kekacauan ataupun yang membuat keadaan tidak kondusif dimasyarakat khususnya masyarakat lapisan bawah.


Banyak juga aliran-aliran yang berdasarkan Kekristenan tetapi tidak mengakui adanya Jesus Kristus, ini jelas menyimpang dari ajaran Kristen, karena Kekristenan itu mengakui dan mengamini akan Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang hidup.

Buat warga HKBP diharapkan agar bisa menyikapi keadaan sekarang ini, agar bisa lebih dewasa dalam menyikapi hal-hal seperti ini. Agar tidak menimbulkan euforia kegaduhan dimasyarakat. Kiranya segala tindak tanduk kita bisa berlandaskan kekristenan yang telah diajarkan Yesus kepada kita dengan menjalankan semua perintah atau sabdanya dan menjauhi segala larangannya.

Berawal dari hal kecil, jika kita bisa mengendalikannya niscaya kita bisa menjaga kehidupan yang lebih besar. 

Tunjukkan bahwa kita itu Warga Kristen, yaitu HKBP yang patuh akan Tuhan, kaidah-kaidah dan hukum yang berlaku di NKRI tercinta ini. Mari kita wujudkan dalam perilaku kehidupan kita berumah tangga, bermasyarakat dan bernegara.

Tuhan memberkati.